A+ A A-

Melatih Berpikir Kritis pada Pembelajaran di Abad 21 Featured

Beri rating berita ini
(0 votes)

Melatih Berpikir Kritis pada Pembelajaran di Abad 21

Surabaya, Portaljatim.com- Sebuah Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang berfungsi sebagai penguat konsep peserta didik dan sebagai media untuk melatih berpikir kritis pembelajar sangat jarang ditemukan di pasaran. Padahal dalam pendidikan abad 21 ini seharusnya peserta didik diarahkan untuk menemukan informasi, menganalisis, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, memiliki sikap ilmiah, dan mampu berpikir kritis.

Menurut penjelasan dari Sylvani, metode yang digunkan adalah metode pengembangan Four D Models yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) tanpa disseminate (penyebaran). LKS diuji cobakan pada 20 peserta didik kelas XII SMAN 14 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode telaah, metode observasi keterlaksanaan, metode angket, dan metode tes. Metode analisis data berupa deskriptif, kualitatif, dan kuantitatif.
Hal ini lah yang berusaha dilakukan oleh seorang mahasiswi bernama Sylvani Kumala dari Universitas Negeri Surabaya Jurusan Biologi. “Untuk menjembatani pembelajaran yang ingin mengkolaborasikan dengan keterampilan berpikir kritis maka tentu perlu adanya model dan materi yang cocok. Metode yang cocok salah satunya adalah guided discovery (penemuan terbimbing) karena siswa dapat memecahkan masalah yang disajikan, namun tetap dengan bimbingan dari guru. Sehingga dengan siswa mampu memecahkan masalah, maka siswa mampu berpikir kritis seperti pemberian stimulasi dan identifikasi masalah yang terdapat pada langkah-langkah guided discovery, di mana hal tersebut berhubungan dengan salah satu indikator berpikir kritis, yakni deduksi (kecakapan dalam mengambil keputusan berdasarkan pertanyaan yang telah diberikan) yang juga menagihkan ranah kognitif berpikir kritis C3 (ranah kognitif penerapan) sampai C6 (ranah kognitif penilaian) sedangkan adalah materi fotosintesis, dimana materi ini memiliki salah satu karakteristik yakni merancang/melakukan sebuah eksperimen.” Ungkapnya (19/10/18).

Ia menambahkan bahwa hasilnya menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan valid dengan modus sebesar 3,5 dan reliabel 98,2%. LKS dinyatakan praktis dengan nilai sebesar 96,66%, LKS dinyatakan efektif ditinjau dari penilaian keterampilan berpikir kritis sebesar 75%, hasil belajar sebesar 100%, dan sensitivitas butir soal sebesar >0,30 yakni Antara 0,90-1,00.

“LKS yang dikembangkan dinyatakan valid, efektif, dan praktis untuk melatih keterampilan berpikir kritis.” Ungkapnya. (Uln)

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com