A+ A A-

LAGU BARU UNTUK NGAMEN DI TUNJUNGAN

Beri rating berita ini
(0 votes)

(Minggu, 4 Januari 2015). Ratusan orang yang memenuhi jalanan Tunjungan, Surabaya di depan Hotel Majapahit menghentikan kegiatannya sejenak untuk menyimak lagu yang dibawakan secara mencolok dari trotoar. Seperangkat sound system portable, Gitar, Chajon, Tamborine, serta Harmonika menyita suasana yang masih sejuk.

Rachmad Utojo Salim, ketua TIS yang dikenal dengan panggilan Cak Yoyok sengaja menampilkan lagu barunya di acara ngamen pagi itu. Seniman yang memainkan terampil Gitar, Harmonika dan memiliki karakter suara yang khas ini sedang mengaktualisasikan perasaan terhadap lagu yang diciptakan. “Karena rasa prihatinku terhadap terkikis dan tergerusnya budaya kita daerah ditengah kemajuan.” imbuhnya.

Cak Yoyok juga menuturkan, “Saya yakin, dengan adanya acara Ngamen gawe Njejegno Tunjungan Ikon Surabaya ini masyarakat akan lebih bergairah untuk membudayakan jiwa raganya, juga akan bermanfaat dan sangat berefek positif kedepannya.”

 

Judul lagu yang dibawakannya. "Seni ,dialek khas dimana?

Kota ku indah dan permai

Terhampar hijau taman kotanya .
Gedung-gedung yang tinggi menjulang ...
Hutan beton dan rimba kaca layaknya ...

Kota ku kini telah maju ..
Layaknya kota-kota Dunia ...
Gaya hidup nan modern ..
Telah jadi miliknya ..

Namun aku sungguh bersedih ..
Saat tak tak kudengar lagi
Seni budaya .. Dimana
Dialek khas pun malu-malu diucapkan ...

Kotaku kini tenggelam ..
Ditelan ombak kemajuan
Seni budaya telah hilang
Seni budaya daerah telah terlupakan .......

Jula-juli bintang tujuh wong sing ngidung ..
Arek Suroboyo ...
Jaman canggih jaman wis maju seni budoyo ...
Ojo dilali' no
Mangan bubur santene klopo ,
Nggowo gelali nang wonokromo
Ayo dulur ayoo kanca, ojo lali karo budoyo ....

 

Ngamen rutin Komunitas Tunjungan Ikon Surabaya (TIS) di awal tahun ini telah menyemarakkan Kota Surabaya kembali. Kegiatan ini telah hampir 2 (dua) tahun dilaksanakan tiap hari Minggu pagi sejak digagas untuk “Njejegno Tunjungan dadi Ikon Surabaya” tutur Ananto Sidohutomo, budayawan yang juga dikenal sebagai salah satu pencetus ide ini bersama Arek-arek Suroboyo lainnya.

 

Berita Terkait

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com