A+ A A-

Riyard Ramadhan : Amati, Tiru, Modifikasi

Beri rating berita ini
(0 votes)

SIDOARJO, PortalJatim.com- Berawal saat melihat dan mengamati kebiasaan teman-teman sekolahnya yang membeli secara pesan antar menumbuhkan ide bisnis remaja bernama Riyadh Ramadhan.

Iapun mulai mencoba memasak gorengan sendiri dengan kemampuannya sendiri lantas dibungkus untuk ditawarkan ke teman-temannya di sekolah. “Ternyata teman-teman banyak yang menyukai makanan gorengan renyah yang saya tawarkan, pun harganya murah karena hanya Rp4000 per bungkus,” kata alumnus SMA Al Hikmah Surabaya itu.

Berbekal teori ‘Amati, Tiru, lalu Modifikasi’ Riyadh memulai bisnis gorengannya hingga memiliki sebuah outlet disalah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. “Walau itu punya ayah, tapi tidak mudah untuk meyakinkan ayah untuk berjualan Go Crunz di mall yang akhirnya disetujui,” kata putra pertama pasangan Wuryanano dan Christine Wu (pemilik sekaligus pendiri Swastika Prima Entrepreneur College) itu.

Menamai produknya dengan Go Crunz yang artinya Gorengan Crunzi, Riyadh saat ini sudah memiliki 11 outlet yang di franchise kan. Menghadapi persaingan yang tinggi di Mall, Riyadh merubah konsep berjualannya.

“Saya akui persaingan dibisnis gorengan sangat tajam, apalagi di mall. Saya kan menjualnya Rp7.500 sementara penjual lain dengan dagangan sama berharga Rp5.000. Ini membuat saya memutar otak untuk ke depannya bagaimana,” lanjutnya.

Bermodal tabungan sejak kecil, Riyadh membuka kafe berkonsep tradisional dirumah sang nenek di daerah Buduran Sidoarjo. “Sama seperti buka di mall, sulit untuk meminta ijin nenek saya memakai tamannya, alhamdullilah terealisasi,” lanjutnya saat grand opening Go Crunz Traditional Cafe.

Riyadh berharap bisnis yang dijalaninya ini bisa terus berkembang. Bahkan bisa di-franchise-kan. “Impiannya setiap tahun akan berdiri cabang Go Crunz di setiap desa.

“Saya ingin berdayakan pedesaan karena memiliki potensi bisnis yang luar biasa. Dan kelak setiap desa memiliki ciri khas jajanan. Jadi masing-masing Go Crunz menunya bisa sama bisa tidak tergantung menu tradisional setempat,” tandasnya. (dne)

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com