A+ A A-

mohon maaf sedang tes berita

Selengkapnya...

 

Geliat literasi di kota pahlawan kembali terlihat. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya pertunjukan sastra pada hari Rabu, (7/10'15), di "Cafe GELAS (Gelaran Apresiasi) KAYOON 1618" di Jalan Kayun 16-18, Surabaya. Di tempat yang satu lokasi dengan Museum Kanker Indonesia-YKW tersebut, hadir para penikmat puisi dan para penyair muda yang urun tampil membawakan karya orisinal masing-masing. Mereka yang tampil antara lain Denting Kemuning, Yusril Ihza, Ayu Kartika Sandy, Auliya Ulfa, Uul Hasanah, Yusuf Nur Rohman, Eva Putri Salamah, Rizki Kimpul, dan Agik Nur Efendi.

Menariknya, muda-mudi yang tampil di acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu, tak hanya yang menggeluti bidang sastra di kampusnya. Ada beberapa penampil dari luar bidang sastra. Seperti Auliya Ulfa misalnya. Ia adalah mahasiswi Universitas Airlangga jurusan Manajemen, namun mampu membuat sajak indah tentang kerinduan saat maju ke atas panggung. Tak kalah menarik ada Eva Putri Salamah. Mahasiswi jurusan Teknik Informatika itu memukau penonton ketika membawakan puisinya yang unik, karena ia kombinasikan dengan lagu. Tepuk tangan dan apresiasi pun datang melihat kreativitas perempuan berhijab tersebut.

Lalu siapa sosok di balik acara yang mampu membuat peminat sastra di Surabaya yang tadinya sepi, kini mulai bergeliat kembali itu? Adalah Fileski, seorang penyair-musisi yang namanya tak asing lagi di jagat literasi. Acara yang bertajuk “In Honour Of Fileski” itu didukung oleh Dr. Ananto Sidohutomo, MARS, Budayawan sekaligus Founder Museum Kanker Indonesia-YKW, juga Cak Bokir, seniman Surabaya yang mengelola Cafe Gelas.

"Cafe GELAS KAYOON 1618" dikenal sebagai tempat yang pertama kalinya di Indonesia memberikan penghormatan dan penghargaan kepada seseorang yang tampil membawakan karya asli sendiri dalam tajuk acara "In Honour Of".
Acara berdurasi sekitar 90 menit ini dikemas dalam penampilan aktualisasi diri dan semi talkshow untuk mengungkapkan sosok tokoh dan proses berkaryanya. Bila kedapatan orang tersebut membawakan karya orang lain, maka sound-system, lighting akan dimatikan dan dengan diiringi teriakan Huuu, memaksa penampil untuk turun panggung.

Di pertengahan acara, Ananto memberikan apresiasi  kepada Fileski, dengan berbicara langsung di atas panggung. Menurutnya, perjalanan karier berpuisi Fileski, mampu menggerakan massa untuk produktif dalam menghasilkan karya dan percaya diri terhadap karya sendiri.

“Seorang Fileski dalam proses berkeseniannya semakin dewasa. Di sela-sela apresiasi terhadap karyanya, ia mampu menahan diri dan memberikan kesempatan kepada para penyair muda untuk unjuk kebolehan membawakan puisi karya mereka masing-masing,” kata Ananto.

Sosok Fileski yang pernah mendapatkan berbagai penghargaan bidang musik puisi dari negara-negara Asia Tenggara itu, bukan tak punya maksud dalam mengadakan acara inspiratif dan inovatif tersebut.

“Saya ingin mengumpulkan teman-teman pecinta puisi di Surabaya agar semakin guyub. Harapannya, acara sastra di Surabaya semakin semarak dan rutin,” ungkapnya.

Fileski memandang sastra bisa membangun karakter bangsa. Sebabnya, dalam ajaran sastra terkandung nilai-nilai luhur.  Fileski memandang, generasi sekarang mulai tercerabut dari karakter bangsa, ia khawatir generasi muda Indonesia akan seperti para generasi muda di negara-negara tetangga,  yang merasa keren menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa ibu. Hal tersebut membuat gaya hidup generasi muda menjadi kebarat-baratan, jauh dari budaya ketimuran.

“Dalam ajaran sastra, Indonesia khususnya, terkandung nilai moral, etika, filsafat, bahkan ajaran leluhur yang lebih mendalam. Saat ini sastra Indonesia (Melayu), di negara-negara rumpun melayu menjadi minoritas, sehingga perlahan bisa saja tersisih hilang di telan zaman. Generasi muda mulai lebih banyak menyukai bahasa asing daripada bahasa bangsanya sendiri, hingga lifestyle mereka menjadi kebarat-baratan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.

Perjuangan Fileski untuk membuat generasi muda mencintai sastra tak berhenti di sini. Ke depannya ia akan terus membuat acara-acara sastra makin semarak, hingga mampu membuat generasi penerus tertarik melirik sastra, dan menghayati nilai-nilai di dalamnya.

Di penghujung acara, Fileski membawakan komposisi musik yang spektakuler. Memadukan gesekan biola yang menyayat dengan lirik penyemangat. Lirik tersebut mengandung pesan untuk terus semangat berkarya, dan jangan cepat puas atas pencapaian yang telah diraih.  Komposisi yang berjudul “Ujung Langit” tersebut, mampu menutup acara dengan klimaks.

 

Selengkapnya...

Penyair musisi yang tengah bersinar namanya saat ini karena kerap mendapat anugerah bidang musik puisi dari berbagai ajang penghargaan sastra di luar negeri, Fileski bakal menggelar konser minimalis, Rabu (7/10) di "Cafe Gelas Kayoon 1618", Jl Kayun 16-18 Surabaya. Konser minimalis yang didukung oleh Museum Kanker Indonesia-YKW ini, bakal dimulai pada pukul 20:00 BBWI. Untuk para penikmat karya Fileski yang ingin menyaksikan tidak dipungut biaya, bebas HTM.

Bulan September ini menjadi hari yang cukup menyibukkan bagi Fileski. Karena sepulang dari Jakarta, Fileski langusung diajak berkolaborasi dengan pertunjukan monolog dari Dr. Ananto Sidohutomo, MARS di menara hotel Majapahit - "Pertempuran Bendera 19 September 1945", kemudian berlanjut dengan sederet agenda show lintas kota dan propinsi.

Penampilan ini merupakan show tunggal pertama yang dilakukan Fileski di Surabaya, pasca fakumnya band Paperland yang ia gawangi di tahun sebelumnya, kini Fileski lebih nyaman bersolo karir. Fileski mengungkapkan, solo karir lebih membuka ruang-ruang kreatifitas yang lebih produktif, memungkinkan untuk kolaborasi dengan siapapun, dan eksekusi yang cepat dalam menentukan langkah perjalanan karya.

"Dalam konser yang bertajuk In Honour Of Fileski ini, saya akan berkolaborasi dengan beberapa kawan dari berbagai disiplin seni, mereka akan menunjukkan kebolehannya di bidang masing-masing, kecuali bidang musik, hal ini menunjukkan bahwa seni itu saling menginspirasi, bermula dari musik yang saya ciptakan menjadi inspirasi kreatifitas seni lain yang dimiliki kawan-kawan" kata Fileski

Meski umur Fileski sebagai pelaku di dalam belantika kesenian Indonesia masih terbilang muda, namun di kancah panggung sastra ia sudah pernah tour musik puisi satu bulan penuh dalam undangan bulan bahasa di Singapura. Rekor bermain musik puisi selama 11 jam nonstop berkolaborasi dengan 257 pembaca puisi.

Selain itu Fileski melakukan Resital Biola Puisi menyambangi komunitas Negeri Kertas yang tersebar di kota hingga pelosok Indonesia. Tak luput dari ingatan, kini Fileski telah memiliki 3 album dan akan launching album ke 4 di akhir tahun nanti.

Ananto dan Bokir yang memiliki otorisasi Cafe Gelas menyatakan, "Saat prime-time In Honour Of di panggung ini, hanya boleh diisi oleh seseorang yang membawakan karyanya sendiri. Bila tidak, maka lampu dan sound-system akan langsung dimatikan dan diteriaki Huuu... oleh penonton, dan dia disuruh turun panggung."

Selengkapnya...
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com