A+ A A-

SURABAYA, PortalJatim.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo menyatakan anggaran atlet untuk Pelatnas hingga kini masih belum turun. ini mengancam prestasi Indonesia dalam Sea Games 2013 di Myanmar.

“Mungkin April baru dimulai Pelatnas. Ada kendala dana keseluruhan belum turun di Kemenpora. Termasuk dana Satuan Pelaksana (Satlak) Prima,” ujarnya kepada wartawan di Kantor KONI Jatim, Minggu (24/2/2013).

Ia mengungkapkan, persiapan menghadapi Sea Games Myanmar, di alokasikan anggaran oleh Koni Pusat sebesar Rp 250 miliar. Anggaran itu belum bisa dicairkan karena terkendala administrasi. Ada tata cara mekanisme yang baik yang belum bisa dilakukan di internal Kemenpora.

“Saya sudah komunikasi dengan Dirjen Anggaran untuk melakukan tata cara mekanisme yang baik. Secara internal, dalam catatan Kementerian Keuangan karena “ketertiban” administrasi di Kantor Menpora. Jadi, akan saya kejar terus dana itu agar cepat turun,” ungkapnya.

Selain anggaran, katanya, beratnya Indonesia mempertahankan juara umum karena ada upaya penggembosan yang dilakukan tuan rumah Myanmar.

"Mereka sengaja tidak melombakan cabang olahraga (cabor) yang menjadi andalan Indonesia. Seperti bulutangkis, tenis meja dan tenis lapangan," katanya.

Sedangkan dari hasil lobi KONI Pusat, dua cabor andalan Indonesia, bulutangkis dan tenis meja akhirnya dipertandingkan. “Tinggal tenIs lapangan dan tarung drajat saja yang tidak dilagakan. Ya, itu memang hak tuan rumah,” tandasnya.

Sementara mengahadapi upaya penggembosan, Roy Suryo tidak gentar dan akan terus memberi semangat dengan melakukan pendekatan kepada atlet.

“Saya akan turun ke setiap cabor pelatnas untuk komunikasi dari hati ke hati. Insya Allah dulu di sini (Indonesia) menang dan di sana (Myanmar) bisa menang lagi,” terangnya. (qta/hid)

Selengkapnya...

JAKARTA, PortalJatim.com-Pernyataan Halim Mahfudz sebagai Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI terkait keabsahan surat FIFA kepada Menpora tertanggal 13 Februari yang lalu mendapat kritikan Direktur Eksekutif PSSI KLB Ancol Sefdin Syaifudin.

Selengkapnya...

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Hotman Paris Hutapea tidak setuju bila artis Raffi Ahmad ditahan karena mengonsumsi zat narkotika yang belum diatur dalam undang-undang. Menurut Hotman, Raffi tidak seharusnya dijerat karena disebut memiliki narkoba jenis methylone.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menahan Raffi karena terbukti mengonsumsi zat methylone. Zat ini merupakan zat turunan (derivatif) daricathinone atau katinon. Karena merupakan zat baru, nama zat methylone tidak tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun katinon atau katinona termasuk dalam narkotika golongan I.

Meskipun tidak menjadi kuasa hukum Raffi, Hotman tergelitik dengan kasus Raffi yang menurutnya ganjil. Hotman mengatakan, zat methylone belum diatur di undang-undang sebagai narkoba Golongan I sehingga tidak tepat jika seseorang ditahan karena mengonsumsi zat tersebut. Ia menilai apa yang dilakukan Raffi tidak dapat disebut tindak pidana karena zat methylone itu belum diatur undang-undang tersebut.

"Enggak ada, golongan I jelas-jelas tidak ada methylone, sampai 65 (jenis berdasarkan UU) tidak ada. Kalau disebut mirip, berapa persen (kemiripannya), di undang-undang tidak ada kata-kata turunan boleh dipidana," ujar Hotman.

Hotman mendesak agar pemerintah segera menerbitkan undang-undang baru terkait methylone. "BNN sudah hebat, tapi khusus ini kembali ke negara hukum, bebaskan 7 (orang yang ditahan) ini sepanjang menyangkut methylone. Kalau mau lindungi, terbitkan dulu undang-undangnya," ujarnya.

Raffi Ahmad dikenakan Pasal 111, 112, 132, 133, dan Pasal 127 dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Raffi telah memenuhi beberapa unsur dalam pasal itu, yakni memiliki, menyimpan, menyediakan, memberikan kemudahan, dan menyalahgunakan narkotika. Oleh sebab itu, Raffi terancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun.

Adapun enam orang lain hanya disangkakan Pasal 127 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Hal tersebut menunjukkan bahwa WT, MT, RJ, MF, KA, dan JA terbukti dalam unsur menyalahgunakan narkotika. Enam orang itu pun terancam satu tahun penjara dan wajib menjalani rehabilitasi.

By: intertainmetnt.kompas.com

Selengkapnya...
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com