A+ A A-

MULHEIM, PortalJatim.com - Indonesia kembali masih harus puasa gelar. Satu kesempatan gelar juara di turnamen Jerman Terbuka Grand Prix Gold yang diperoleh Tommy Sugiarto gagal membuahkan juara.  

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia tersebut harus puas sebagai runner-up. Pada final yang berlangsung di RWE Sporthalle, Mulheim an der Ruhr, Jerman, Tommy yang menjadi unggulan delapan menyerah kepada unggulan teratas Cina, Chen Long, dengan skor 17-21, 11-21.

Ini merupakan kekalahan keempat Tommy dari pemain peringkat dua dunia tersebut dari empat pertemuan mereka.

"Pada game kedua Tommy terlalu ingin memaksakan main cepat, kurang sabar dan permainan di depannya nyaris dikuasai Chen Long," ujar pelatih tunggal putra pelatnas Joko Supriyanto.

Kekalahan Tommy yang menjadi satu-satunya wakil yang tersisa, membuat Indonesia gagal membawa pulang satu trofi pun dari turnamen berhadiah total 120.000 dolar AS tersebut.

Setelah Jerman, para pebulutangkis dunia akan berlaga pada turnamen bergengsi All England yang berlangsung di Birmingham, Inggris, 5-10 Maret.(ilh/edy)

Selengkapnya...

JAKARTA, PortalJatim.com -  Lagi-lagi, Chris Jhon menunjukkan bahwa ia seorang nasionalis sejati. Pemegang sabuk tinju Super Champion WBA, Chris John itu  rela menyumbangkan salah satu sabuk kemenangannya ke pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Chris John datang ke Kemenpora Jakarta, Jumat, didampingi oleh pelatihnya dan langsung memberikan sabuk Super Champion itu kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.

"Saya sudah banyak menerima sabuk Super Champion, makanya saya menyumbangkan satu di antaranya ke pemerintah. Ini sabuk yang kedua," kata Chris John usai bertemu dengan Menpora.

Selain menyumbang satu sabuk kemenangannya, petinju yang berjuluk The Dragon itu juga meminta dukungan dari pemerintah karena akan kembali naik ring guna mempertahankan statutasnya sebagai raja di kelas bulu.

Menurut rencana, petinju kelahiran Banjarnegara Jawa Tengah itu akan kembali naik ring 14 April mendatang, namun hingga saat ini belum ditentukan lokasi pertandingannya.

"Semuanya akan saya jelaskan 5 Maret nanti termasuk lokasi pertandingan," kata petinju yang memiliki rekor 50 kali pertandingan, di antaranya 22 kemenangan KO dan belum pernah mengalami kekalahan ini.(ilh/edy)

Selengkapnya...

JAKARTA, PortalJatim - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo seyogianya mempertanyakan email yang diterima dari Primo Corvaro Head ofMember Associations FIFA yang dikirim ke Menpora Jumat 22 Februari lalu.

Direktur Eksekutif PSSI KLB Ancol, Sefdin Syaifudin melalui rilisnya, Senin (25/2/2013) mengatakan email dari Corvaro, yang diketik di email field secara etika organisasi tidak pantas dikirim ke Menteri. Apalagi dari struktur FIFA, Corvaro di bawah Sekjen Jerome Valcke. Bahkan selama ini surat dari FIFA ke Menpora selalu berkop FIFA dan ditandatangani Sekjen atau bahkan Presiden FIFA Seph Blatter.

"Dari etika organisasi saja, Menteri kita wajib mempertanyakan, karena tidak lazim. Itu belum dari sisi content email, yang melanggar sendiri roadmap yang dibuat FIFA melalui task force AFC yang dituangkan di MoU Kuala Lumpur 7 Juni 2012," ujarnya.

Dalam MoU Kuala Lumpur, disebutkan ujung dari penyelesaian kemelut ini adalah harus digelar Kongres (bukan KLB) dengan voter 9 Juli 2011. Disebut pula di MoU, bahwa setelah kongres tersebut dilaksanakan, maka KPSI otomatis akan bubar.

"Sehingga benar apa yang dikatakan Pak La Nyalla, bahwa selama Kongres yang dimaksud dalam MoU tidak atau belum terjadi, maka KPSI tidak akan bubar. Ini inti dari MoU. Karena itulah roadmap yang disepakati penandatangan saat itu, yakni Pak Djohar, Pak Nyalla dan Pak Joko selalu representasi ISL," papar Sefdin.

Sehingga, memang ujung dari penyelesaian kemelut ini adalah Kongres. Sebab bila sebaliknya, maka yurisdiksi PSSI tetap akan dua. ISL dan mayoritas klub anggota PSSI tetap akan berada di vawah yurisdiksi PSSI hasil KLB Ancol.

"Dan itu artinya upaya dan niat baik empat exco yang sudah menjalankan roadmap FIFA dengan kembali aktif sebagai exco saya duga akan sia-sia," tukas Sefdin.

Karena itu, menurutnya, menjadi sangat wajar apabila Menpora mengklarifikasi email tersebut. Sekaligus meluruskan untuk selaras dengan isi MoU Kuala Lumpur. (qta/hid)

Selengkapnya...
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com