A+ A A-

MIAMI, PortalJatim.com – Legenda AC Milan dan Italia, Paolo Maldini, mendesak agar Liga Serie-A Italia melakukan perubahan radikal dan peningkatan investasi. Jika tidak, klub-klub Italia akan kalah bersaing dari dari klub negara lain di Eropa.

Pendapat Maldini itu didasarkan pada penurunan prestasi klub Italia di kancah Eropa. Bahkan, jatah Italia untuk tampil di Liga Champions sudah berkurang satu, dari empat tiket menjadi tiga tiket. Kekalahan Juventus dari Bayern Muenchen dengan agregat 0-4 di babak perempat final Liga Champions musim ini juga menjadi keprihatinannya yang dalam.

"Untuk berkompetisi dengan tim-tim besar Eropa, Anda harus menginvestasikan uang, tak ada cara lain untuk mencapai level itu," tegas Maldini dalam sebuah wawancara di Miami, Amerika Serikat.

"Anda bisa melihat hal itu (perbedaan) saat Juventus melawan Bayern. Juventus tim yang hebat, terutama di Italia. Tapi, ketika berkompetisi dengan tim seperti Bayern, Anda bisa melihat perbedaannya. Mereka (Juve) butuh tambahan dua atau tiga pemain hebat," ujarnya.

Maldini sudah membela timnas Italia sebanyak 126 kali. Dia juga pemegang rekor penampilan bersama AC Milan. Ia sudah menjuarai lima Liga Champions selama 25 tahun membela AC Milan. Dia pensiun pada 2009 pada usia 41 tahun.

"Pada era 1990-an, kami (Italia) memiliki tujuh tim hebat: Milan, Inter, Juventus, Parma, Lazio, Roma, dan Fiorentina. Jika Anda melihat pemain-pemainnya, mereka para pemain hebat. Tapi, ada investasi gila sehingga beberapa tim mengalami kebangkrutan seperti Parma dan Lazio," ujarnya.

"Lalu, Anda lihat keluarga Berlusconi dan Moratti yang menginvestasikan banyak uang dan mereka masih bertahan, tapi ini amat berat," tambahnya.

Maldini menikmati hidup di Miami. Ia juga sering melihat pertandingan Miami Heat di laga NBA. Menurutnya, Serie-A bisa belajar dari manajemen olahraga seperti NBA.

"Kami harus belajar dari mentalitas mereka. Di Italia, kami masih memiliki hukum-hukum yang tak berjalan. Jika Anda keluar dari SanSiro, Anda akan bisa melihat orang-orang yang menjual merchandise tiruan atau bajakan. Hal itu sudah terjadi ketika saya mulai bermain sepak bola dan masih seperti itu sampai sekarang. Anda tak bisa membiarkan hal itu," tegasnya.

"Selain itu, stadion-stadion (di Italia) rata-rata sudah tua, sangat tua. San Siro stadion bersejarah, bagus, tapi tak nyaman lagi. Kami harus memperbaikinya," katanya.

"Di atas semuanya, kami harus belajar kepada liga yang lebih mampu menghasilkan banyak uang dari olahraga daripada kehilangan uang. Setiap orang kehilangan uang di sepak bola Italia. Ini gila," tandasnya.

Maldini melanjutkan, "Hal positifnya, klub mulai mencari pemain muda. Italia memiliki banyak pemain muda yang mungkin berhak mendapat tempat. Milan punya Mattia De Sciglio dan Stephan El Shaarawy yang mungkin jika ia muncul beberapa tahun lalu masih dicadangkan."

Meski begitu, Maldini tak mau ambil peran dalam reformasi sepak bola Italia. "Saya tak bekerja di sepak bola. Pada dasarnya saya seorang ayah dengan dua anak dan sesekali menikmati hari libur. Saya sudah bermain selama 25 tahun dan saya yakin bahwa saya butuh tempat untuk diri saya sendiri. Saya melakukan hal berbeda, bisnis yang berbeda, dan menikmati hidup," tuntasnya.(kmp/edy)

 

 

 

Selengkapnya...

 

GRESIK, PortalJatim.com - Pertandingan antara Persegres vs Persela berlangsung sengit sore (selasa 9/4/13). Meski Persela tidak dihadiri oleh pendukung fanatiknya Laskar Joko Tingkir, mereka tetap menampilkan permainan terbaiknya. Hal ini menjadi tantangan bagi Pelatih baru Persegres Widodo C Putro.  Masing - masing tim  menurunkan skuad terbaiknya demi mencapai point tertinggi.

 

Babak pertama berlangsung dengan sangat seru. Masing-masing melakukan permainan yang cantik. Beberapa peluang belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua kesebelasan. Hingga akhirnya pada menit ke 43 gawang Persela harus jebol melalui titik pinalti oleh Matsunaga.

 

Hadiah penalti ini bermula ketika  setelah pemain belakang Persela, Eki Taufik, melakukan pelanggaran terhadap  pemain Persegres, David Faristian di kotak penalti.

Ribuan Ultrasmania,  menyambut gol ini dengan sorak kegirangan. Hingga  babak pertama usai, Laskar Joko Samudro unggul 1-0 atas tamunya Laskar Joko Tingkir.

 

Di babak kedua, permainan makin seru. Persegres bermain dengan lebih baik. Pola serangan dan pertahanan sangat rapi sehingga jarang kehilangan bola. Sebaliknya, kubu Persela sering kandas ketika melakukan serangan balik.

 

Hujan deras pada menit 70  mengguyur Lapangan, derasnya hujan sedikit menghambat permainan. Ulah suporter ultras mania yang menyalakan Kembang Api membuat asap tebal menyelimuti lapangan sehingga  wasit sempat menghentikan pertandingan. Namun pertandingan terus dilanjutkan setelah para suporter Ultras mematikan nyala kembang api, dan asap sedikit demi sedikit menghilang.

 

Pada menit ke-87 ketika Persela melalui  Costas berhasil merobek jala gawang Persegres setelah terjadi kemelut di depan gawang persegres. Gol balasan Costas ini  membuat motivasi pemain Persela bangkit, serangan pun semakin intensif dilakukan.

 

Hingga  peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir, skor 1-1 masih belum berubah. Dalam jumpa pers Pelatih Widodo C Putro mengatakan " permainan anak asuhnya tadi sudah bagus, meski kedepan mereka harus bermain lebih bagus lagi agar bisa mengambil poin" katanya. (mas/edy)

 

 

Selengkapnya...

SURABAYA, PortalJatim.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mengambil langkah-langkah koordinatif untuk menyelesaikan persoalan organisasi. Salah satunya, menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/4/2013). Rapat ini adalah pertemuan pertama sejumlah anggota Exco seusai pelaksanaan kongres luar biasa pada 17 Maret lalu.

Dalam rapat itu esok, Exco PSSI akan membahas sejumlah agenda penting, di antaranya struktur organisasi PSSI. Selain itu, beberapa masalah dalam pengelolaan tim nasional Indonesia juga akan dimasukkan ke dalam agenda.

Sekretaris Jenderal PSSI Hadiyandra mengatakan, dalam rapat itu PSSI akan mengundang sembilan anggota Exco, termasuk empat anggota yang baru bergabung ke PSSI, yaitu La Nyalla Matalitti, Tony Apriliani, Erwin Dwi Budiawan, dan Roberto Rouw. Adapun enam anggota Exco lain, yakni Farid Rahman, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuty Dau, Widodo Santoso, dan Mawardi Nurdin, tidak diundang dalam rapat. Mereka dianggap masih berada dalam masa skors setelah melakukan aksi walk out pada KLB.

"Undangan sudah dikirim kepada anggota-anggota Exco dan rapatnya akan mulai dilaksanakan besok di Surabaya," ujar Hadiyandra di Jakarta, Senin (8/4/2013).

Salah satu anggota Exco, Tony Apriliani, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima undangan rapat Exco tersebut. "Saya terima undangan lewat e-mail. Di jadwal, rapat akan dimulai besok pukul 09.00 pagi. Hari ini mungkin anggota lainnya pada berangkat ke sana (Surabaya)," kata Tony.

PSSI awalnya berencana menggelar rapat ini pada 5 April lalu di Jakarta. Namun, jadwal tersebut diundur karena Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin harus mengikuti kongres bersama pejabat AFF di Kelantan, Malaysia.(kmp/edy)

 

 

Selengkapnya...
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com