A+ A A-

SURABAYA, PortalJatim.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mulai melaksanakan pelatihan untuk 44.544 tenaga sensus pertanian 2013. Langkah ini dilaksanakan agar sensus bisa terlaksana dengan hasil maksimal.

Selengkapnya...

 JAKARTA, PortalJatim - Sindiran-demi sindiran terus meluncur dari twitter Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Kali ini dia menyinggung soal rumor kudeta yang dikaitkan dengan melambungnya harga bawang.

"Urus bawang lebih utama ketimbang urus rumor kudeta. #pesanemak," kicau Anas lewat akun Twitter-nya, @anasurbaningrum, kemarin.

Anas memang tidak menyebut kepada siapa kicauan tersebut diarahkan. Tapi siapa lagi jika bicara soal kudeta kalau bukan tentang orang nomor satu negeri ini, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jamak diketahui, ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu memang berlawanan dengan Anas dalam kemelut partai belakangan ini.

Presiden SBY disebut-sebut tengah resah dengan rumor penggulingan kekuasaan yang direncanakan beberapa pihak lewat demonstrasi besar-besaran 25 Maret mendatang. Sebelum terbang ke Jerman pada 3 Maret lalu, SBY juga mengaku mendapat laporan intelijen soal gonjang-ganjing politik ini.

"Tentu saya tahu, saya mendapatkan info bahkan sebagian dari intelijen. Saya hanya berharap kepada elite politik dan kelompok-kelompok tertentu tetaplah pada koridor demokrasi. Itu sah. Tetapi kalau lebih dari itu, apalagi dengan sebuah rencana untuk membuat negara kita gonjang ganjing, untuk membikin pemerintah tidak bisa bekerja, justru akan membuat rakyat kita susah," kata SBY saat itu.

Hal ini juga yang mungkin disindir Anas lewat Twitter dua hari yang lalu. "Menurut laporan intelijen : bawang putih langka di pasaran karena diusir oleh bawang merah dan ibunya. #rakyatsusah," kicau Anas.(mrd/edy)

Selengkapnya...

SURABAYA, PortalJatim.com - Mantan Ketua Umum PB HMI, Eggi Sujana menyatakan penetapan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai tersangka oleh KPK merupakan bentuk diskriminasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Penetapan tersangka Anas, merupakan permintaan SBY, ini sudah jelas diskriminasi terhadap putra terbaik bangsa," ujar Eggi di Surabaya, Sabtu (23/2/2013).

Ia mengungkapkan, seharusnya Presiden SBY juga meminta KPK untuk memeriksa Istrinya Ani Yudhoyono, Sekjen DPP Partai Demokrat, Ibas Yudhoyono, Wapres Boediono, ataupun Sri Mulyani.

"Masih banyak kasus korupsi lain yang belum terungkap sebelum Anas, seperti boild out Bank Century senilai Rp 6,7 triliun yang di lakukan oleh menteri keuangan kabinet sebelumnya," paparnya.

Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan apakah aliran dana tersebut mengalir ke Partai Demokrat. "Seperti ocehan Nazarudin, bahwa dana tersebut digunakan pada Kongres Partai Demokrat di Bandung. Jadi, ya harus adil," paparnya.

Sebagai sesama alumni HMI, kata Egi, tentu dirinya bersimpati dengan permasalahan yang menimpa Anas Urbaningrum, apalagi keadaan tersebut merupakan diskriminasi dari kepala negara yaitu Presiden.

"Saya bersimpati atas apa yang terjadi pada sahabat adik Anas," terangnya. (qta/hid)

Selengkapnya...
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com