A+ A A-

JIHAD EKONOMI TELAH DIMULAI

Beri rating berita ini
(0 votes)

 

Rabu, 31 Mei 2017. "Jihad Ekonomi Telah Dimulai" merupakan tema materi Kuliah Dhuhur Ramadhan yang dibawakan oleh Ustad Ananto Sidohutomo di Masjid Baitulhakam Pelindo III, Surabaya.

Panitia, Ustad Muklis menyampaikan bahwa tema ini ternyata sangat menarik perhatian umat dan jamaah masjid yang ramai mengikuti dan menyimak acara sampai berakhir tanpa beranjak dari tempatnya.

 

Ustad Ananto mengawali dengan mengutip terjemahan Al-Quran Surah At-Taubah ayat 24 yang intinya ada 3 hal yang semua umat mencintai, yaitu cinta kepada Allah SWT., Rasulullah saw. dan berjihad dijalanNya. Dimana konsep Jihad terkait adalah berupa perjuangan bersungguh-sungguh umat dalam menerapkan agama Allah SWT. dalam bidang ekonomi.

Selanjutnya diterangkan secara gamblang tentang pengertian jihad ekonomi yang berkaitan dengan aktivitas umat berkenaan dengan produksi, distribusi dan konsumsi berupa barang dan jasa. Termasuk beberapa motivasi ekonomi yang terdiri dari pemenuhan kebutuhan, keuntungan, penghargaan, kekuasaan dan sosial.

Sebuah konsep kebangkitan ekonomi umat yang ditawarkan ustad Ananto sejak Desember 2016 silam secara nasional adalah berhimpunnya umat untuk melakukan kegiatan ekonomi secara berjamaah. Kalau perlu puluhan bahkan ratusan investor dari umat bergabung untuk memiliki dan melakukan sebuah usaha/ aktivitas ekonomi. Kata kuncinya adalah umat haruslah secara bersama-sama memiliki dan mengembangkan bisnis tersebut.

Dicontohkan adalah berhimpunnya puluhan investor untuk membuat peracangan dimana nanti yang mengadakan, mengelola dan membeli adalah umat itu sendiri. Setelah musyawarah bisa dilakukan sirkah dengan akad mudharabah atau musyarakah tergantung pada jenis usahanya.

Bukti konkrit aktivitas ekonomi dimaksud salah satunya adalah telah dibuka Toko Peracangan & On-Line "Syar'i Mart" di jl. Kayoon 16-18, Surabaya yang menghimpun puluhan investor dan dikelola oleh PT. Spirit Usaha Syariah, merupakan perusahaan yang lahir dari Komunitas Ekonomi Syariah (KESNAS). Segera disusul ratusan toko lainnya yang beroperasi bahkan sampai di tingkat RW pada kabupaten/ kota seluruh Indonesia. Segera menyusul adalah launching produk umat berupa Syar'i Waters.

Semua umat adalah sama, dan yang membedakan adalah ketaqwaannya. Hal itu disampaikan sebagai tolok ukur jihad ekonomi, dimana barang yang dijual belum tentu lebih murah dari kompetitor lain, namun umat dipersilahkan menakar sendiri untuk memilih dimana akan membeli.

Pada akhir penjelasan, Ustad Ananto menegaskan bahwa Jihad Ekonomi yang telah dimulai ini ditandai dengan perjuangan bersungguh-sungguh kita semua dalam menerapkan Agama Allah SWT. untuk dapat menguasai dan mengelola aktivitas produksi, distribusi, konsumsi barang dan jasa oleh dari dan untuk kesejahteraan umat. (ant)

Berita Terkait

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com