A+ A A-

AS Minta Bea Cukai Indonesia Waspadai Impor Barang Berfungsi Ganda

Beri rating berita ini
(0 votes)

SURABAYA, PortalJatim.com- Maraknya penyelundupan khususnya segala jenis barang yang memiliki fungsi ganda mendapatkan perhatian Departemen Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Kepala Export Control and Related Border Security/EXBS dari Departemen Kedutaan Besar AS untuk Thailand, Michael Mcnamara mengatakan tidak sedikit pelaku penyelundupan memasukkan barang di suatu negara, namun tidak sesuai peruntukannya.

“Petugas bea cukai harus benar-benar waspada. Apalagi negeri ini adalah negara kepulauan yang tidak sedikit jalur pintu masuknya. Semua harus tegas dan benar-benar memastikan barang yang dikirim tidak diubah fungsinya untuk hal-hal tertentu,” katanya disela Pelatihan Pencegahan Penyelundupan dan Teknik Wawancara Jum’at (14/04/2014).

Dalam pelatihan bertajuk "United States-Indonesia Smuggler Interdiction and Interviewing Techniques Course" tersebut diikuti puluhan petugas bea cukai yang ada di Jatim. Selama pelatihan dua hari, yakni 13-14 Maret 2014, peserta dibekali oleh dua pensiunan petugas yang sudah lama berdinas di bea cukai Amerika Serikat, yakni Creighton Goldsmith dan Thomas E. Hyland.

Menurut Mike, usai pelatihan diharapkan petugas bea cukai di wilayahnya masing-masing bisa semakin waspada mengawasi barang yang keluar dan masuk Indonesia. Misalkan barang berupa komponen elektronik atau chip. Selain untuk komputer atau alat teknologi, barang jenis ini bisa digunakan untuk kepentingan lain.

Karena itulah jika tidak sesuai peruntukan dan izinnya maka harus ada tindakan tegas. "Dikhawatirkan barangnya digunakan untuk kepentingan lain, terutama kejahatan. Nah, pelatihan di sini untuk pembelajaran bagaimana cara mengidentifikasi dan mewawancarai atau menginterogasinya," paparnya.

Di bagian lain, pihaknya juga mengingatkan kepada petugas bea cukai untuk tidak sekali-sekali menerima suap dari pihak yang tidak bertanggung jawab.  "Jika ada oknum nakal yang coba memanfaatkan dengan menerima suap maka dikembalikan di hukum yang berlaku di negara setempat. Tapi, semoga tidak ada karena akan merugikannya sendiri, terutama masa depannya," tandas Mike. (dne)

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com