A+ A A-

Depari Jatim Sesalkan Kenaikan Tarif Objek Wisata Bromo

Beri rating berita ini
(0 votes)

SURABAYA, PortalJatim.com- Gunung Bromo merupakan salah satu obyek pariwisata yang memiliki magnet paling kuat dibandingkan obyek lain di Jawa Timur. Oleh karena itu seringkali Bromo dijadikan ikonnya Jawa Timur. Dengan jumlah wisatawan manca negara (wisman) yang berkunjung ke jawa timur dibawah 300 ribu orang apakah layak menaikan harga sampai 300%.

Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (DEPARI) Jawa Timur -Yusak Anshori mengatakan Kenaikan harga sampai dengan 300% merupakan hal yang konyol dan tidak pro pariwisata. Biro Perjalanan yang menangani inbound banyak yang mengeluh dengan kenaikan ini.

“Mereka juga membantah kalau sudah 16 tahun harga tidak naik. Beberapa waktu yang lalu harga sudah naik secara sepihak termasuk camera fee yang dimasukkan ke karcis padahal tidak semua orang bawa kamera,” katanya.

Menurut Yusak sosialisasi yang dilakukan selama dua bulan terlalu pendek karena  Biro Perjalanan (Tour Operator) yang bekerjasama dengan pihak Internasional rata-rata memiliki kontrak harga sampai Maret 2015.

“Disamping itu tingginya kenaikan harga tidak sebanding dengan berbaikan sarana dan prasarana disekitar obyek wisata seperti masih banyaknya sampah berserakan, toilet umum masih bayar dan kotor, serta pedagang asongan yang tidak terkoordinir sehingga mengganggu wisatawan” ungkap Dekan Fakultas Entrepreneurial Business Universitas Ciputra itu.

Wacana ini sudah menyebar ke pasar wisata Internasional (ITB-Berlin) yang akan diadakan di Berlin tanggal 4-8 Maret 2014. Hal ini tentu akan memberikan dampak negatif terhadap promosi pariwisata Jawa Timur.

“Saya selalu mengatakan bahwa Tourism is about coordination, synergi, and consistency. Makanya jika ada kebijakan yang tidak dikoordinasikan dan disinergikn akan berdampak buruk terhadap Jawa Timur. Untuk menarik wisatawan kita harus kompetitif tidak hanya di tingkat Internasional tetapi juga Nasional karena hampir semua daerah di Indonesia sekarang ini berlomba-lomba mengembangkan industri pariwisatanya,” lanjut Yusak.

Pria yang juga menjabat sebagai Development Manager Prime Plaza Hotels & Resorts tersebut menyarankan agar harga tiket tidak usah dibedakan antara weekend dan weekdays. “Biarkan jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Timur sebanyak-banyaknya dahulu. Setelah jumlah wismannya mencapai puluhan juta baru diadakan pembedaan hari kunjungan, ya monggo saja,” pungkasnya. (dne)

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com