A+ A A-

SIDOARJO, Portaljatim.com – Lagi, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo kecolongan. Setelah beberapa hari lalu mencuat indikasi pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan oleh PT Armindo, kini PT. Dwi Anugrah Abadi (DAA) yang bergerak dibidang kontruksi juga diindikasikan melakukan pelanggaran serupa.

Padahal, perushaan yang beromzet hingga miliaran rupiah. Perusahaan yang berlokasi di kawasan Waru Sidoarjo itu sedikitnya memperkerjakan 50 orang karyawan. Sayangnya kondisi karyawannya sangat memprihatinkan. Mereka diperas tenaganya untuk pekerjaan yang berat namun perusahaan tidak memperhatikan kesehatan dan kesejahteraannya.

Dari hasil temuan wartawan Portaljatim, PT DAA ini banyak melakukan pelanggaran Undang-undang, seperti hampir semua karyawannya dalam melakukan pekerjaan tidak dibekali dengan alat pengaman, padahal mereka melakukan pekerjaan berat dengan resiko kecelakaan tinggi. Para karyawannya tidak diikutkan ke dalam program Jamsostek, ditambah lagi statusnya tidak jelas.

Dari keterangan beberapa karyawan yang ditemui wartawan Portaljatim ditempat kerjanya, mereka mengeluhkan perlakuan PT DAA yang tidak memperhatikan keselamatan karyawannya, padahal pekerjaan yang dilakukan termasuk pekerjaan berat yang berhubungan dengan besi kontruksi, sehingga sangat beresiko. “Kami berharap bos mau memperhatikan kita semua, masak pekerjaan berat dan beresiko seperti ini kami tidak diberikan alat pengaman, apalagi kami ini tidak diikutkan program Jamsostek sebagai jaring pengaman bila terjadi kecelakaan, kami sangat menyesalkan perlakuan perusahaan”, cetus salah seorang karyawan.

Pemilik PT DAA, Haryanto, saat dikonfirmasi sedang tidak berada ditempat, dan wartawan Portaljatim hanya ditemui Santoso, bagian umum. Santoso mengakui bila tidak seluruh karyawannya diikutkan Jamsostek, hanya mandor saja yang diikutkan. Karena selama ini banyak karyawannya yang sering keluar masuk perusahaan sehingga kesulitan untuk mendatanya.

Ketika ditemui dikantornya, Sumarbowo, Kadinsosnaker kabupaten Sidoarjo, mengatakan,”Semua perusahaan itu wajib mengikutsertakan karyawannya ke dalam program Jamsostek, kalau dilanggar maka pelakunya bisa dikenai sanksi pidana”.

Masih menurut Sumarbowo, bila PT DAA itu melakukan palanggaran dengan tidak mengikutsertakan karyawannya ke dalam program Jamsostek, maka PT DAA ini telah melanggar Undang-undang, yang secara hukum tidak dibenarkan. Apabila hal ini benar-benar terjadi maka dalam waktu singkat akan diterjunkan pengawasan ketenagakerjaan untuk melakukan pemeriksaan. (edt/bud).

 

 



Selengkapnya...

 

SIDOARJO, PortalJatim.com- Sumaiyah (31) warga dusun Tempel desa Legok Kecamatan Gempol, Pasuruan.ditangkap jajaran Satnarkoba Polres Sidoarjo. Pasalnya ibu muda beranak dua tersebut kedapatan mengedarkan sejenis barang haram alias Sabu. Pelaku Ditangkap dirumahnya sekitar pukul 16.00 Rabu12/06/13.

Tersangka saat ditangkap, ia juga membawa barang bukti sekitar 6.2 on. Pelaku mengakui jika barang haram tersebut berasal dari suaminya bernama Fais yang sudah ditahan di Polres Jombang juga dalam kasus narkoba tahun 2010 oleh jajaran Polda Jatim. Fais saat itu diganjar hukuman 4.5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jombang.

Sementara Sumaiyah sendiri menjadi pengedar sabu sejak tahun januari 2013 lalu. Kabarnya, Fee penjualan setiap 5 gram sekitar Rp 1 juta. Pelaku mengaku, pekerjaan haram tersebut dilakukan semata-mata karena kebutuhan ekonomi.

Penjualan sabu setiap satu gram senilai sepuluh juta. Pelaku tergiyur karena mendapat fee satu juta dari harga penjualan barang haram tersebut. Menurut AKP Chotib, barang tersebut berasal dari suaminya sendiri yang sudah ditahan dilapas Jombang.”Awalnya tersangka sering mengunjungi suaminya dilapas Jombang. Lama kelamaan istrinya tergiyur oleh penghasilan penjualan sabu karena mendapat fee satu juta setiap satu gramnya,” .terang Chotib

Tersangka melanggar undang undang tahun 2009 pasal 115 barang siapa yang mengedarkan barang haram terancam hukuman 12 tahun penjara,” tambahnya.( wyu )

Selengkapnya...

 

SIDOARJO, Portaljatim.com- Polres Sidoarjo kembali berhasil meringkus penjahat-penjahat yang biasa beroperasi di wilayah Sidoarjo. Tidak tanggung-tanggung, 11/6, jajaran Resor Kriminal Polres Sidoarjo berhasil menggaruk lima orang pelaku dari kriminalitas seperti curas, curat dan curanmor.

Selengkapnya...
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com