A+ A A-

PASURUAN, Portaljatim.com- Entah apa yang dipikirkan oleh beberapa orang warga Purwodadi ini, disaat warga lainnya sedang memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan ini, mereka justru asyik bermain judi kartu remi dengan taruhan uang.

Selengkapnya...

JAKARTA, Portaljatim.com- Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Dan Koordinasi Dalam Rangka Penegakan Hukum Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Selengkapnya...

 

Sidoarjo PortalJatim.com- Taring Badan Lingkungan Hidup Sidoarjo benar-benar sedang diuji. Setelah beberapa peringatan yang disampaikan kepada pihak-pihak pengganggu lingkungan yang digubris, BLH memulai aksi lagi. Salah satunya, memberi peringatan keras kepada erusahaan makanan, PT Sekar Bumi, yang sudah ‘go Internasional’ ini.

Tak perlu bukti njelimet, bau busuk limbah ketika memasuki kota Sidoarjo sangat jelas. Menyengat dan membuat pengguna jalan di sekitar jalan Jenggolo muak. Itu karena perusahaan tersebut dengan sengaja dibuang ke sungai belakang perusahaan pada jam-jam tertentu. Mestinya hal itu tidak perlu terjadi bila perusahaan dengan kapasitas sebesar itu mau sedikit saja mau peduli terhadap lingkungannya.

Ketika ditemui dikantornya Ali Machmudy, kabid pengawasan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sidoarjo, mengatakan, “Kami sudah memberi surat peringatan pada PT Sekar Bumi terkait limbahnya yang menimbulkan bau busuk, karena sudah melebihi standar baku mutu. Dan kalau sampai kalau sampai batas waktu yang diberikan untuk mengelola limbahnya tidak bisa dicapai, maka kami akan memberikan sanksi”.

Kalau PT Sekar Bumi ini bandel dan tetap melakukan pelanggaran terhadap lingkungan, maka akan diberikan sanksi yang berupa pencabutan ijin HO-nya. Yang selama ini dilakukan sanksi itu sudah pada sanksi administratif. Karena PT Sekar Bumi minta toleransi waktu untuk memasang saringan pada pembuangan limbahnya sampai 2 (dua) bulan kedepan, maka kami berikan tenggang waktu sesuai dengan yang diminta. Kalau hal ini tidak berhasil, maka sanksi itu akan diberlakukan dan sebagai konsekuensinya PT Sekar Bumi harus menurunkan kapasitas produksinya, tambahnya.

Ditempat terpisah, Drs Sulistyo Harsono, Pengamat Lingkungan Hidup dan Pelayanan Publik, menegaskan, “Kami akan mendukung semua yang dilakukan BLH, dan diharapkan BLH juga tegas dalam pemberian sanksi agar hal ini akan memberikan efek jera bagi yang melanggar lingkungan. Paling tidak ada BLH akan bersikap tegas dalam pemberian sanksi. Dan bila perusahaan PT Sekar Bumi tetap bandel membuang limbahnya seenaknya ke sungai, biar masyarakat yang mengambil sikap, selama ini masyarakat sudah cukup bersabar, untuk tidak bergerak. Kalau perlu PT Sekar Bumi digugat secara ‘class action’ atas kesengajaannya membuang limbahnya yang berdampak pada lingkungan”.

Selama ini PT Sekar Bumi mengabaikan keluhan masyarakat, dan hanya berjanji-janji saja akan memperbaiki pengolahan limbahnya, namun tidak ada kenyataannya sampai saat ini. Masih saja limbah cair yang menimbulkan bau busuk itu tetap dibuang kesungai, PT Sekar Bumi cuek saja dan ada indikasi PT Sekar Bumi tidak mengindahkan peringatan dari BLH. Kalau perlu ijin HO-nya dicabut saja, karena limbahnya sudah taraf mengkhawatirkan sehingga keberadaannya PT Sekar Bumi di tengah-tengah lingkungan masyarakat perlu dikaji ulang, ungkapnya.

PT Sekar Bumi ini memproduksi berbagai jenis makanan yang berbahan dasar udang dan ikan, sehingga sisa-sisa bahan dasarnya inilah yang menimbulkan bau busuk yang menyengat. Namun sayangnya perusahaan sebesar itu tidak disertai dengan pengelolaan lingkungan yang baik, sehingga limbahnya yang dibuang ke Sungai menimbulkan bau busuk menusuk hidung yang mengganggu masyarakat sekitarnya.

Dari hasil temuan wartawan PortalJatim, limbah bau dari PT Sekar Bumi, sudah berada di atas ambang batas normal, dan berpotensi menimbulkan penyakit. Hingga saat ini limbah berbau busuk ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat sekitar perusahaan dan pengguna jalan yang melintas di daerah sekitar Jenggolo dari arah Sidoarjo-Surabaya atau sebaliknya. Bahkan banyak siswa di 2 (dua) sekolah, SMKN 2 Sidoarjo dan MAN Sidoarjo, mengalami pingsan dan muntah-muntah, saat bau busuk itu muncul serta hilang konsentrasinya selama mengikuti pembelajaran.(anr)

 

Selengkapnya...
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com