A+ A A-

Jelang Pemilu, Bi Gandeng Kepolisian Sosialisasikan Ciri-Ciri Uang Asli

Beri rating berita ini
(0 votes)

SURABAYA, PortalJatim.com- Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur bekerjasama dengan Polsek Bubutan Surabaya mensosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah (Cikur), kepada masyarakat di Jembatan Merah Plaza.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Yosefin Tyas Emmy D.K mengatakan sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami ciri-ciri keasilan uang rupiah sehingga terhindar dari tindakan menerima uang palsu.

“Tingginya kebutuhan pembayaran untuk kegiatan kampanye dan penyediaan kebutuhan belanja partai menjadi aktivitas yang diyakini akan mendorong aktivitas perputaran uang di masyarakat, sehingga kondisi ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh jaringan pengedar uang palsu dalam melakukan aktivitasnya,” katanya Jum’at (14/03/2014).

Dalam kerjasama sosialisasi bersama pihak Kepolisian, Bank Indonesia menyampaikan informasi mengenai  pengenalan cirri uang asli melalui 3D yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang, dan kampanye cara memperlakukan dengan 3D yaitu Didapat, Disayang, dan Disimpan.

Sedangkan pihak Kepolisian menyampaikan informasi mengenai sanksi pidana terkait pemalsuan uang, yaitu pengenaan hukuman kurungan hingga 10 tahun dan sanksi denda hingga Rp 10 milyar bagi pemalsu uang Rupiah, sebagaimana tercantum dalam  Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Rasio penemuan uang palsu secara nasional pada tahun 2013 adalah 8 lembar per 1 juta lembar uang yang diedarkan secara nasional. kondisi ini lebih baik dibandingkan pada tahun 2012, dimana rasio penemuan uang palsu pada saat itu adalah 10 lembar per 1 juta lembar uang yang diedarkan.

Meski relatif menurun kewaspadan masyarakat terhadap peredaran uang palsu tetap tetap menjadi hal utama yang wajib diperhatikan untuk penanggulangan penyebaran uang palsu di masyarakat.

Secara nasional,penemuan uang palsu di Jatim menduduki peringkat kedua setelah wilayah DKI Jakarta. Selama tahun 2013, Jumlah uang palsu yang ditemukan dan dilaporan melalui perbankan di Jawa Timur sebesar 30.675 lembar, atau meningkat 24,54% dibandingkan penemuan uang palsu di tahun 2012.

Berdasarkan wilayahnya, penemuan uang palsu di Jatim paling banyak terjadi di kota Surabaya dengan total 13.469 lembar, disusul oleh Kediri (7.858 lembar), Malang (5.539 lembar), dan Jember (3.809 lembar). Secara keseluruhan, temuan uang palsu di Jawa Timur terbesar didominasi oleh uang rupiah pecahan Rp 100.000, sebanyak 21.427 lembar dan Rp 50.000,00 sebanyak 7.402 lembar.

Ke depan, selain melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah, Bank  Indonesia juga akan meningkatkan kualitas pengamanan uang rupiah agar semakin sukar dipalsu, serta menyebarkan informasi keaslian uang rupiah melalui Iklan Layanan Masyarakat di berbagai media  massa dengan tagline “3D” generasi pertama  yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang, serta “3D” generasi kedua yaitu “Didapat, Disayang, dan Disimpan” . (dne)

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com