A+ A A-

 

(30/12'15) Budy Rejeki dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kota Surabaya (IPSM) bekerjasama dengan Redatini, SE., M.Kes. Professional Pemberdayaan Masyarakat & Aktivis Sosial Kota Surabaya. Acara tersebut mempersiapkan tahap perencanaan sertifikasi wirausaha UMKM bagi anggota IPSM Surabaya.

Pertemuan yang dihadiri lebih dua puluh orang anggota Pekerja Sosial Masyarakat Kota Surabaya bertujuan untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi era Pasar Bebas ASEAN / MEA. "Salah satu persyaratan kesiapan pelaku wirausaha kecil mikro/ UKM adalah sudah memiliki sertifikasi profesi" jelas Redatini.

Budy Rejeki yang juga sebagai Ketua Ikatan Pekerja Sosial Kota Surabaya mengatakan, "Jumlah yang hadir pada kegiatan sore ini hanya sebagian saja. Akan ada pertemuan selanjutnya."

Budy menyebutkan saat ini Kota Surabaya memiliki lebih dari 200 orang Pekerja Sosial Masyarakat yang aktif. Mereka tersebar di 163 kelurahan dan 31 kecamatan. Anggota PSM dalam mendukung advokasi sosialnya kepada masyarakat Surabaya yang membutuhkan tidak memungut biaya.

"Para anggota IPSM mengeluarkan biaya dari kantong pribadi mereka masing-masing. Sebagian besar anggota IPSM berprofesi sebagai pelaku UMKM." imbuhnya. Karena itu Budy menyambut baik program Sertifikasi pelaku UMKM kota Surabaya menyambut MEA 2016 yang digagas Redatini

Kategori/rubrik Ekonomi

(23/12'15) Dua ratus pengunjung memadati Cafe GELAS KAYOON 1618 yang terletak di Jl. Kayun 16-18, Surabaya. Mereka adalah pengurus, anggota dan pendukung KPJ Surabaya. Tertib, ceria dan senda gurau serta saling ramah menyapa mewarnai keseluruhan acara silahturahim malam itu.

Musik Refleksi KPJ 2015 menyajikan kebolehan para pemusik jalanan di panggung sebagai refleksi apresiasi dan aktualisasi diri mereka. Cak Bokir Genggong Kalaribu, ketua KPJ Surabaya menyampaikan terimakasih atas segala dukungan semua kawan-kawannya. "KPJ Surabaya akan tampil terus dan lebih baik lagi di masa mendatang dalam berkarya dan berorganisasi. Dukungan dari kawan-kawan sangat saya harapkan." ujarnya saat memberi sambutan

Kelompok Pemusik Jalanan yang tampil malam itu adalah One Man, Krayang Edan, Agus Dolid, Fian, Tabung KPJ Bungkul, Prapatan Rasta, Debu Jalanan, Klanting, Kalaribu, GGS Reggae. Semuanya bermain kompak dan sambutan luar biasa pun diberikan oleh pengunjung.

Ananto Sidohutomo, Budayawan dan Founder Museum Kanker Indonesia-YKW tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut berharap, "KPJ Surabaya sudah waktunya menjadi barometer musik Indonesia. Mari kita dukung dan bantu eksistensi kiprahnya di masa mendatang." Sedangkan Wawan Klanting menyampaikan, "Kalau untuk kepentingan KPJ Surabaya, kami selalu akan datang!"

Kategori/rubrik Sastra & Seni

SYUKURAN PEMENANG DUTA WISATA INDONESIA

(23/12'15) Kesekretariatan Cak Ning Surabaya yang terletak di Jl. Kayun 16-18, Surabaya malam itu meriah karena menjadi tempat acara syukuran. Ning Wardina menjadi primadona karena menjadi pemenang Duta Wisata Indonesia, sekaligus merayakan peringatan ulang tahunnya di Cafe GELAS KAYOON 1618.

Dina dalam sambutan menyatakan rasa syukur dan permohonan dukungan dari semua pihak untuknya. Wajahnya berseri ketika secara spontan sebuah tart dengan lilin disodorkan oleh kawan-kawan dari tempat duduk penonton. Dengan iringan lagu selamat ulang tahun, semua lilin tersebut berhasil ditiup padam.

Prestasi yang disandang Ning Surabaya ini disambut gembira pula Paguyuban CakNing Surabaya dan oleh Raka-Raki Jawa Timur. Utusan dari berbagai kota/ kabupaten seperti Malang, Gresik pun ikut hadir. Tampil pula menghibur kawan-kawan KPJ Surabaya, serta sempat diadakan pula tur Museum Kanker Indonesia-YKW didampingi Ananto Sidohutomo, budayawan dan founder museum tersebut.

Tsaqip, ketua Paguyuban CakNing Surabaya sangat bangga dengan prestasi Ning Dina. Sekaligus mengungkapkan keberadaan kesekretariatan di Jl. Kayun 16-18, Surabaya yang telah ditempati sejak beberapa saat lalu. "Semoga CakNing Surabaya terus dapat mengembangkan diri dan menjadi kebanggaan Arek-arek Suroboyo," harapannya

Cak Rendy, Duta Wisata Jawa Timur dari Gresik mengaku senang dan terkejut dengan keberadaan museum kanker satu-satunya di dunia. "Saya akan membantu mensosialisasikan dan bahkan siap membuat standart operating procedur bagi guide museum ini," pungkasnya

 

Kategori/rubrik Pariwisata/budaya

SUMINTEN ILANG DI CAFE GELAS KAYOON 1618

(22/12'15) GELaran ApreSiasi (GELAS) para tokoh seniman Surabaya dikemas dalam tampilan Ludruk berjudul "SUMINTEN ILANG". Selama dua jam, ratusan penonton dibuat terpukau dan tergelak oleh ulah Aming Aminudin, R. Giryadi, Deny Tri Aryanti dkk. Aming sendiri juga nampak terkejut dan bahagia saat menerima bunga pada hari ulang tahunnya kali ini.

Sesuai banner sebagai back-drop Launching Buku "Dendang Kecil Jalan Sunyi" nampaknya dikemas dalam bentuk yang berbeda dengan sekedar acara serupa. Aming dan Giryadi berkreasi dengan menampilkan bentuk yang inovatif dan menawarkan kreasi tersendiri.

Pembacaan puisi sebagai pakem apresiasi sastra pada acara tersebut dilakukan secara santai dan "Tidak Boleh Serius". Hampir semua pemain membaca puisi seperti Ida, Eva Kalimasadha, dll. Seniman dari Blitar dan Kediri juga tampil dan ikut bermain. Bahkan penonton yang memadati Cafe GELAS KAYOON 1618 yang terletak di Jl. Kayun 16-18, Surabaya juga ikut membaca puisi di akhir acara.

Kategori/rubrik Sastra & Seni

GELAR APRESIASI PUISI TAK LAGI SUNYI

 

Geliat literasi di kota pahlawan kembali terlihat. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya pertunjukan sastra pada hari Rabu, (7/10'15), di "Cafe GELAS (Gelaran Apresiasi) KAYOON 1618" di Jalan Kayun 16-18, Surabaya. Di tempat yang satu lokasi dengan Museum Kanker Indonesia-YKW tersebut, hadir para penikmat puisi dan para penyair muda yang urun tampil membawakan karya orisinal masing-masing. Mereka yang tampil antara lain Denting Kemuning, Yusril Ihza, Ayu Kartika Sandy, Auliya Ulfa, Uul Hasanah, Yusuf Nur Rohman, Eva Putri Salamah, Rizki Kimpul, dan Agik Nur Efendi.

Menariknya, muda-mudi yang tampil di acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu, tak hanya yang menggeluti bidang sastra di kampusnya. Ada beberapa penampil dari luar bidang sastra. Seperti Auliya Ulfa misalnya. Ia adalah mahasiswi Universitas Airlangga jurusan Manajemen, namun mampu membuat sajak indah tentang kerinduan saat maju ke atas panggung. Tak kalah menarik ada Eva Putri Salamah. Mahasiswi jurusan Teknik Informatika itu memukau penonton ketika membawakan puisinya yang unik, karena ia kombinasikan dengan lagu. Tepuk tangan dan apresiasi pun datang melihat kreativitas perempuan berhijab tersebut.

Lalu siapa sosok di balik acara yang mampu membuat peminat sastra di Surabaya yang tadinya sepi, kini mulai bergeliat kembali itu? Adalah Fileski, seorang penyair-musisi yang namanya tak asing lagi di jagat literasi. Acara yang bertajuk “In Honour Of Fileski” itu didukung oleh Dr. Ananto Sidohutomo, MARS, Budayawan sekaligus Founder Museum Kanker Indonesia-YKW, juga Cak Bokir, seniman Surabaya yang mengelola Cafe Gelas.

"Cafe GELAS KAYOON 1618" dikenal sebagai tempat yang pertama kalinya di Indonesia memberikan penghormatan dan penghargaan kepada seseorang yang tampil membawakan karya asli sendiri dalam tajuk acara "In Honour Of".
Acara berdurasi sekitar 90 menit ini dikemas dalam penampilan aktualisasi diri dan semi talkshow untuk mengungkapkan sosok tokoh dan proses berkaryanya. Bila kedapatan orang tersebut membawakan karya orang lain, maka sound-system, lighting akan dimatikan dan dengan diiringi teriakan Huuu, memaksa penampil untuk turun panggung.

Di pertengahan acara, Ananto memberikan apresiasi  kepada Fileski, dengan berbicara langsung di atas panggung. Menurutnya, perjalanan karier berpuisi Fileski, mampu menggerakan massa untuk produktif dalam menghasilkan karya dan percaya diri terhadap karya sendiri.

“Seorang Fileski dalam proses berkeseniannya semakin dewasa. Di sela-sela apresiasi terhadap karyanya, ia mampu menahan diri dan memberikan kesempatan kepada para penyair muda untuk unjuk kebolehan membawakan puisi karya mereka masing-masing,” kata Ananto.

Sosok Fileski yang pernah mendapatkan berbagai penghargaan bidang musik puisi dari negara-negara Asia Tenggara itu, bukan tak punya maksud dalam mengadakan acara inspiratif dan inovatif tersebut.

“Saya ingin mengumpulkan teman-teman pecinta puisi di Surabaya agar semakin guyub. Harapannya, acara sastra di Surabaya semakin semarak dan rutin,” ungkapnya.

Fileski memandang sastra bisa membangun karakter bangsa. Sebabnya, dalam ajaran sastra terkandung nilai-nilai luhur.  Fileski memandang, generasi sekarang mulai tercerabut dari karakter bangsa, ia khawatir generasi muda Indonesia akan seperti para generasi muda di negara-negara tetangga,  yang merasa keren menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa ibu. Hal tersebut membuat gaya hidup generasi muda menjadi kebarat-baratan, jauh dari budaya ketimuran.

“Dalam ajaran sastra, Indonesia khususnya, terkandung nilai moral, etika, filsafat, bahkan ajaran leluhur yang lebih mendalam. Saat ini sastra Indonesia (Melayu), di negara-negara rumpun melayu menjadi minoritas, sehingga perlahan bisa saja tersisih hilang di telan zaman. Generasi muda mulai lebih banyak menyukai bahasa asing daripada bahasa bangsanya sendiri, hingga lifestyle mereka menjadi kebarat-baratan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.

Perjuangan Fileski untuk membuat generasi muda mencintai sastra tak berhenti di sini. Ke depannya ia akan terus membuat acara-acara sastra makin semarak, hingga mampu membuat generasi penerus tertarik melirik sastra, dan menghayati nilai-nilai di dalamnya.

Di penghujung acara, Fileski membawakan komposisi musik yang spektakuler. Memadukan gesekan biola yang menyayat dengan lirik penyemangat. Lirik tersebut mengandung pesan untuk terus semangat berkarya, dan jangan cepat puas atas pencapaian yang telah diraih.  Komposisi yang berjudul “Ujung Langit” tersebut, mampu menutup acara dengan klimaks.

 

Kategori/rubrik Peristiwa

In Honour Of FILESKI

Penyair musisi yang tengah bersinar namanya saat ini karena kerap mendapat anugerah bidang musik puisi dari berbagai ajang penghargaan sastra di luar negeri, Fileski bakal menggelar konser minimalis, Rabu (7/10) di "Cafe Gelas Kayoon 1618", Jl Kayun 16-18 Surabaya. Konser minimalis yang didukung oleh Museum Kanker Indonesia-YKW ini, bakal dimulai pada pukul 20:00 BBWI. Untuk para penikmat karya Fileski yang ingin menyaksikan tidak dipungut biaya, bebas HTM.

Bulan September ini menjadi hari yang cukup menyibukkan bagi Fileski. Karena sepulang dari Jakarta, Fileski langusung diajak berkolaborasi dengan pertunjukan monolog dari Dr. Ananto Sidohutomo, MARS di menara hotel Majapahit - "Pertempuran Bendera 19 September 1945", kemudian berlanjut dengan sederet agenda show lintas kota dan propinsi.

Penampilan ini merupakan show tunggal pertama yang dilakukan Fileski di Surabaya, pasca fakumnya band Paperland yang ia gawangi di tahun sebelumnya, kini Fileski lebih nyaman bersolo karir. Fileski mengungkapkan, solo karir lebih membuka ruang-ruang kreatifitas yang lebih produktif, memungkinkan untuk kolaborasi dengan siapapun, dan eksekusi yang cepat dalam menentukan langkah perjalanan karya.

"Dalam konser yang bertajuk In Honour Of Fileski ini, saya akan berkolaborasi dengan beberapa kawan dari berbagai disiplin seni, mereka akan menunjukkan kebolehannya di bidang masing-masing, kecuali bidang musik, hal ini menunjukkan bahwa seni itu saling menginspirasi, bermula dari musik yang saya ciptakan menjadi inspirasi kreatifitas seni lain yang dimiliki kawan-kawan" kata Fileski

Meski umur Fileski sebagai pelaku di dalam belantika kesenian Indonesia masih terbilang muda, namun di kancah panggung sastra ia sudah pernah tour musik puisi satu bulan penuh dalam undangan bulan bahasa di Singapura. Rekor bermain musik puisi selama 11 jam nonstop berkolaborasi dengan 257 pembaca puisi.

Selain itu Fileski melakukan Resital Biola Puisi menyambangi komunitas Negeri Kertas yang tersebar di kota hingga pelosok Indonesia. Tak luput dari ingatan, kini Fileski telah memiliki 3 album dan akan launching album ke 4 di akhir tahun nanti.

Ananto dan Bokir yang memiliki otorisasi Cafe Gelas menyatakan, "Saat prime-time In Honour Of di panggung ini, hanya boleh diisi oleh seseorang yang membawakan karyanya sendiri. Bila tidak, maka lampu dan sound-system akan langsung dimatikan dan diteriaki Huuu... oleh penonton, dan dia disuruh turun panggung."

Kategori/rubrik Peristiwa

30/8'15. Lebih seratus orang menyimak Minggu Akustik yang mengambil judul "In Honour Of B. Jon". Acara ini digelar di Cafe "GELAS KAYOON 1618", di Jl. Kayun 16-18, Surabaya sejak Pk. 20.00 s/d 22.00 dengan dipandu oleh Host Angela Merry.

Bambang Sudjono atau lebih dikenal masyarakat sebagai B. Jon adalah Pencipta Lagu,Penyanyi dan pemain Gitar dengan genre Balada. Lahir di Malang, 27 Agustus 1955, mulai belajar otodidak alat musik Gitar sejak kelas V SD. Tangan dinginnya sampai saat ini telah melahirkan ratusan karya cipta lagu.

Kemasan penampilan B. Jon di panggung ini unik. Panitia secara khusus mensyaratkan penampilan di panggung selama minimal 1 jam ini mutlak harus membawakan lagu karya sendiri. Bila terdapat lagu karya orang lain, maka seketika sound-system dan lampu akan dimatikan disertai teriakan Huuu dari hadirin.

Ananto Sidohutomo, budayawan penggagas acara ini menyampaikan, " Tujuan pokok acara ini adalah menghormati seseorang yang berani menampilkan cipta karyanya sendiri. Kemasan semi talkshow dilakukan supaya audience mengenali dan mengikuti proses kreatif pencipta lagu tersebut. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi di daerah lain seluruh Indonesia."

 

Sebelas karya ciptanya dinyanyikan dengan kemampuan tinggi pada gaya bertutur dan komposisi lagu. Tampilan tersebut didukung oleh Sulih, Arief Firmansyah dan Pardi.

Sejak tahun 1977, B. Jon mulai menciptakan lagu dan membawakan sendiri maupun bersama Duo Vocal “Jon & Sulih”. Tahun 1978, karyanya oleh studio Golden Hand diedarkan dalam bentuk rekaman Casette berjudul Skalu 77, Kaki 5, Bangunan Tua. Setelah itu aktif bernyanyi di berbagai acara, termasuk di kampus Unbra, Uned, UGM, IKIP, dan kalangan SMA di Jawa.
Tahun 1984 bermusik di Rock Tricle Band sebagai Lead Vocal. Menulis lagu bersama Paman Dolit untuk Cerita Boneka di TVRI Surabaya. (Selepas kuliah, bekerja di Lampung sebagai dokter hewan dan tak aktif bermusik)
Tahun 1994 untuk organisasi Federasi Panjat Tebing Indonesia membuat album rekaman bersama Iwan Fals dengan nama grup musik Trahlor.
Tahun 1998 membuat lagu “Kusuma Bangsa/ Perubahan” untuk mengenang pahlawan reformasi mahasiswa Trisakti.
Tahun 1999, mengisi 6 karya dalam album Sadhana. Sedangkan pada tahun 2002-2004, karyanya diterbitkan dalam album Solo dan diedarkan secara indie oleh Airo.
Tahun 2010, B. Jon menciptakan lagu berjudul “Country FKH” dan tahun 2013 melahirkan karya cipta lagu “Excellence With Morality” untuk Unair.

 

 

Kategori/rubrik Peristiwa
© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com