A+ A A-

Interkoneksi Pelabuhan Picu Lonjakan Arus Barang

Beri rating berita ini
(0 votes)

SURABAYA, PortalJatim.com - PT Pelabuhan Indonesia III terus membangun interkoneksi antar pelabuhan guna mendongrak kinerja sejumlah pelabuhan, seperti Tanjung Perak, Tanjung Emas, Banjarmasin, Benoa, Kumai, Sampit, Lembar, Tenau Kupang, dan pelabuhan lainnya.

Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo III Faris Assagaf menguraikan, untuk mendukung efektifitas arus logistik melalui laut, perseroan terus melakukan upaya-upaya terobosan.

Langkah yang dilakukan tentu membuat fasilitas pelabuhan seperti dermaga, lapangan penumpukan dan modernisasi peralatan. Namun, selain itu dilakukan pula penataan lingkungan dermaga hingga fasilitas penunjang seperti jalan.

“Penciptaan kondisi di masing-masing pelabuhan bisa mendorong pertumbuhan peti kemas domestik hingga 15%. Banyak perbaikan yang sudah kita lakukan, diantaranya dengan peremajaan peralatan maupun interkoneksi antar pelabuhan,” katanya, Kamis (13/03/2014).

Adapun titik utama interkoneksi yaitu Pelabuhan Trisakti-Banjarmasin, Sampit,  Kumai, Maumere dan Tenau Kupang. Program yang telah digenjot 5 tahun belakangan ini telah menampakkan hasil.

Pelabuhan Trisakti-Banjarmasin yang pada 2010 hanya melayani 272.180 boks meningkat 23% pada 2011 menjadi 335.733 boks setelah dibangun lapangan penumpukan. Peningkatan berlanjut pada 2012 tercatat volume yang dilayani 384.323 boks dan naik 14% pada 2013 menjadi 387.000 boks.

Fenomena pertumbuhan signifikan karena perbaikan fasilitas juga terlihat di Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pada 2011 arus peti kemas 56.985 boks naik 4,7% menjadi 59.689 boks pada 2012. Sedangkan pada 2013 arus peti kemas 78.322 boks naik 31,2%.
"Container crane didiapkan satu unit dan dua unit RTG [rubber tired gantry] serta penyiapan lapangan penumpukan, sehingga pada tahun 2012 ke 2013 terlihat pengaruhnya," papar Faris mengambarkan bagaimana fasilitas di Pelabuhan Tenau Kupang memacu pertumbuhan arus peti kemas.

Perbaikan fasilitas, lanjutnya, juga dilakukan di Pelabuhan Kumai, Sampit, Maumere maupun Lembar. Perbaikan di pelabuhan lain berdampak pula di Tanjung Perak.  Terminal konvensional Pelabuhan Tanjung Perak pada 2010 volume arus peti kemas 353.735 boks naik 52% pada 2011 menjadi 538.658 boks. 

Faris menegaskan, petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak memang tidak hanya dari Pelabuhan Banjarmasin. Sebab di beberapa daerah seperti Kupang, Maumere, Bagendang, Sampit, Kumai, dan Lembar sudah menggunakan petikemas. Dimana daerah-daerah yang sudah mengalami peralihan petikemas itu menjadi trigger setelah dilakukannya investasi alat.

"Trigger-nya Pelabuhan Banjarmasin mempengaruhi Pelabuhan Tanjung Perak. Pada 2011 mulai Pelabuhan Lembar, Tenau Kupang, Maumere juga ditata, efeknya semua lari ke Pelabuhan Tanjung Perak," tambahnya. (tam)

© Copyright 2013 portaljatim.com, All Rights Reserved | Designed by: Jasawebsite.com